Sabtu, 07 Mei 2016

Donat Spesial

Setiap bulan, minggu ke empat, di hari Minggu siang, Nasyiatul Aisyiyah Harjosari Cabang Teladan Satu Medan memiliki program masak memasak sebagai salah satu program unggulan.
Program ini dilaksanakan dari rumah ke rumah anggota NA Harjosari dengan bimbingan ibu-ibu PRA Harjosari, dengan maksud selain untuk menambah pengetahuan dalam bidang kuliner juga untuk lebih mempererat tali silaturahmi antara sesama anggota.
Pada bulan lalu, di akhir bulan April 2016, NA Harjosari memilih kue donat sebagai kuliner yang ingin dipelajari. Alhamdulillah, hasilnya sangat memuaskan. Berikut resepnya:

Bahan-bahan:
- 1/2 kg tepung roti
- 1 sachet susu cair
- 2 butir telur
- 1/4 kg minyak makan
- 1 ons mentega
- 1 ons ceres
- 1/2 ons gula pasir
- 1/2 sendok ragi
- Air bersih secukupnya

Cara membuatnya:
1. Kocok telur dengan menggunakan mixer sampai mengembang, kemudian masukkan gula, susu, mentega, lalu kocok kembali semuanya
2. Masukkan tepung roti ke dalam adonan tadi, aduk rata dengan menggunakan tangan
3. Masukkan 1/2 sendok ragi dan air secukupnya ke dalam adonan, aduk hingga rata
4. Diamkan adonan selama 1 jam, tunggu hingga mengembang
5. Bentuk adonan bulat-bulat pipih sesuai selera
6. Panaskan minyak makan, lalu goreng donat yang telah dibentuk bulat pipih tadi, angkat donat ketika berwarna coklat matang, diamkan beberapa saat
7. Setelah dingin, oleskan mentega di permukaan donat, lalu taburkan ceres
8. Sajikan



Selasa, 28 Mei 2013

JALAN CERITA HIDUPKU ~~ Karya NurFadillah Farhan

Hidup seperti jalan yang dapat rusak menjadi dua bagian dan tidak ada yang dapat memperbaikinya, tidak perduli berapa banyak mereka tuk mencoba memperbaiki kembali lagi ke jalan itu.
Hidup ini seperti mawar yang tidak pernah di siram selama seminggu itu bagaikan sebuah jembatan yang telah rusak.
Hidup adalah seperti burung yang mencoba untuk terbang, tetapi memiliki lengan yang terluka tapi .. kadang jika Anda berpikir di sisi positif ! hidup ini dapat di penuhi dengan kebahagiaan, hidup ini bisa suka cita, hidup ini juga dapat kebaikan, tapi hidup tidak dapt sempurna sepanjang waktu  apabila tidak dengan kita sendiri yang menyempurnakannya J.
Seperti jalan hidupku ini, di saat hari pertamaku masuk sekolah dengan seragam baruku  putih abu-abu yang ku pakai, di saat itulah aku mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolahku dan menemukan seseorang teman yang ceria, semangat, ramah, dan baik kebetulan aku dan dia satu kelas, di dalam kelas itu kami menjalin suatu kekluargaan yang kompak dengan di penuhi kebersamaan. Namun hal yang tidak kami inginkan dan tidak kami sangka-sangka terjadi kepada teman kami yang kami sayang itu, ia jatuh sakit sehingga dia tidak bisa berkumpul, tertawa bersama dengan kami dan kamipun dapat merasakan apa yang di rasakannya saat ini. Sehingga membuatnya menitihkan air mata :’( , tetapi dengan penyakitnya seperti itu dia tidak pernah berputus asa dan pantang menyerah.
Setelah kejadian itu kelaspun  mulai terasa sepi tanpa kehadirannya, kami selalu terpikir dengan dirinya. Bahkan  kami sempat bertanya-tanya dan tidak menyangka mengapa semua itu terjadi kepadanya???. Dan mengapa selama ini dia menyembunyikan penyakitnya itu dari kami ???
Pada saat kami mengetahui penyakitnya,  di saat ibunya datang dan meminta do’a kepada kami agar dia selamat saat menjalani operasi dan permintaan dia satusatunya saat itu masihku ingat dia menyuruh kami datang satu kelas tuk menemani(melihatnya) di operasi :’(, di situlah kami mulai menitihkan air mata. Mengapa semua ini terjadi ?? sungguh sangat menderitanya dirinya harus memiliki penyakit yang seperti itu. Kami ingin sekali membantunya tetatpi apa yang dapat kami lakukan??
Kami hanya bisa berdo’a dan menyemangatinya.  Dia selalu saja menangis karena menahan rasa sakinya itu, tetapi setelah kami menjenguknya dia sejenak melupakan rasa saiktnya.

Kami berpesan kepada jalani hidupmu dengan senyuman tidak ada tetesan air mata yang mengalir di pipimu J kami di sini sahabat-sahabatmu selalu ada untukmu dan menemanimu di saat kamu susah, senang, sedih bahkan saat seperti ini, bersemangatlah kawan karena masa depanmu masih panjangJ selain itu agar kita dapat berkumpul seperti dulu lagi J

Sabtu, 09 Februari 2013

Ku Rindu - Karya Ridha Aini

bunda ku rindu ..
ingin rasa berjumpa bertatap mata denganmu ..
namun ku tau kau jauh disana ..

bunda ku rindu ..
ingin rasanya beradu argumen ..
menguji kedewasaan ku kepadamu ..
kapan engkau pulang ..

bunda ku rindu ..

tak kan ada rasa bosan ..
untuk menunggu kembali ..
tak kan ada rasa penat ..
menanti dirimu kembali ..


*lagi iseng2 bun

Senin, 21 Januari 2013

Sebuah Deskripsi


By : bunda erlina – 22 des’ 11


Seorang anak bertanya kepada “Allah”, ... “ya Allah bundaku suka menangis ..?” ::

::Allah menjawab, “karena bundamu seorang wanita, aku ciptakan ia sebagai makhluk yang istimewa. Aku kuatkan bahunya untuk menjaga anak-anaknya. Aku kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia. Aku teguhkan pribadinya agar untuk terus berjuang saat orang lain menyerah. Aku beri dia rasa sensitif untuk mencintai anak-anaknya meski di sakiti oleh anak-anak dan suaminya sekalipun. Aku beri dia kekuatan untuk mendorong suaminya belajar dari kesalahannya. Aku beri dia keindahan untuk melindungi bathin suaminya. Bunda-mu adalah makhluk yang sangat kuat. Jika suatu saat kau melihatnya menangis, itu karena aku beri dia air mata untuk bisa digunakannya sewaktu-waktu membasuh luka bathinnya sekaligus memberinya kekuatan baru “  
^.^

Minggu, 20 Januari 2013

Dian Yang Tak Kunjung Padam :Surat Balasan PRPM/PRNA Harjosari Cab.Teladan Satu Medan (Part2)



Bagi para pembaca yang belum tahu jalan ceritanya, entry ini merupakaan kelanjutan dari PRPM/PRNA Harjosari Dalam Sketsa dan Surat Balasan PRPM/PRNA Harjosari Cab.Teladan Satu Medan Part1 yang lalu. Isinya hanya untuk seru-seruan saja, terutama untuk para ananda PRPM/PRNA Harjosari Cab.Teladan Satu Medan. Dimaksudkan, dengan adanya sedikit gurauan ini dapat mengurangi kebosanan mereka  dalam menjalani program-program rutin organisasi. Let’s smile for a while….

Nurul Khofifah, versi: “Garuk-garuk kepala”
Komentar Nurul: “Bunda, itu foto, pas Nurul belum siap-siap (alias pas garuk-garuk kepala) udah difoto fotographer-nya bun….yang ini bun, foto nurul yang keren, nurul foto di studio”
Tanggapan Bunda:”Ealah, kemarin fotonya garuk-garuk kepala, sekarang fotonya dalam kelambu”.

Wahyu Rishandi,versi:”Rambut ala Changchuters” 
Komentar Wahyu:”Bun, Wahyu calon sarjana Hukum bund, bukan sarjana ekonomi, itu rambut lagi trend-trend nya masa itu bund… bunda aja yang nggak tau perkembangan.Ini bun, foto yang lagi trend sekarang disini, warnanya di-dark grey gitu bund…”
Tanggapan Bunda: “Iya,bunda lupa, yang studi ekonomi kan Vicky, sorry ya….Foto yang ini,  Wahyu koq melamun? ("lama kaliiiiiii lah aku wisuda....")Wahyu lagi ngapain ya? Jangan2 lagi ngitung jumlah buku? alamak....    ca---pek deh….”

Nada Aldila Kampai, versi: “Lagi ngulum something”
Komentar Nada:”Bunda, yang kemarin itu foto nada lagi sariawan, yang ini bun yang cantik fotonya bun….liat bun betul-betul….”
Tanggapan Bunda: “Gimana bunda mau liat betul2, masak moto pas mati lampu? Apanya yang cantik….? gelap semua…..”.

Greenesa, versi: “Lagi Nyengir”
Komentar Green: ‘Alah bun, kenapaaa lah bun, foto itu yang bunda pilih, itu foto sal-cet bund (salah cetak), lupa green men-delete nya bund…adoohhh”, ini bund, green kasih foto green yang ter-update, ganteng green kan bun?”
Tanggapan Bunda: “Iya ganteng, sakin gantengnya, kacamata mata lebih besar dari orangnya…. (hahahaha)”

Nurul Azhari, versi:”Lengket sama Omak”
Komentar Nurul Azhari:”Foto Nurul nggak banyak bun, cuma itu atu-atunya, maklumlah bund anak pesantrenan...yang ini bun, foto nurul yang agak berbeda, lagi nyambut tamu bund pas acara Tabligh Akbar, cantik nggak bund?”
Tanggapan Bunda: “Ya cantiklah, namanya pake baju baru.......”

Fahrur Rozi, versi: “Sedang tidur atau zikir?”
Komentar Fahrur: “Itu bund, pas acara pelantikan bund, jadi lama kali acaranya, kata sambutannya segerobak, ngantuk lah jadinya…..(bagus….ngaku….), ini bunda, parul kasih foto parul yang agak keren”
Tanggapan Bunda: “Kerenlah parul, semuanya cewek, parul sendiri yang cowok….lagian parul jauh kek gitu, mesti pake teropong bintang nengoknya.....(hahaha)”

Ayu Miko, versi: ”Foto mereng”
Komentar Ayu: “Bunda, itu sengaja fotonya diambil miring, emang hobi aja bund gaya ayu ngambil fotonya gitu…..yang inilah bund, yang nggak mereng…”
Tanggapan Bunda:”Yang satu fotonya mereng, yang satu fotonya lagi main-main pasir….ayu…ayu…”

Hendi Setiawan, versi: “Senyum Pepsodent”
Komentar Hendi:”Bund, masak foto awak yang dipilih yang lagi pake kaos oblong bun, nggak keren lah bund, ini bund, pake batik, keren kan bund?”
Tanggapan Bunda: “Dimana-mana orang sport, jalan pagi pake kaos oblong hendi, mana ada yang pake batik? Oalah Hendi….baju kembaran koq dibilang keren…..”

Siti Yohana: versi: “Foto Trio”
Komentar Siti: “Foto siti bunda, itulah yang terbaik, kaloq yang ditengah itu jilbabnya mereng bukan tanggung jawab siti bund…..urusan masing-masing (hahahaha), siti ya sibuk lah bund pasang wajah rada-rada manis,masak siti juga harus liat kanan kiri untuk liat jilbab orang itu…(hahaha)….(emang siti juru rias pengantin….).Ini ada foto siti yang lain bund,lagi SBNA bund….”
Tanggapan Bunda: “Foto yang in,i letak kerennya dimana ya? Apa karena siti lagi nyandar ke sepeda parul? Atau pas lagi main hape? (hahaha, bunda bercanda….)”

Muhammad Fadlillah, versi: “Topi SMP mereng”
Komentar Fadli: “Bunda ini pura-pura nggak tahu aja, gitu banyaknya foto fadli yang keren-keren, masak foto yang udah kadaluwarsa yang dipampang, mereng lagi topinya, foto yang ini  mantap bund, udah fadli “sortir”,pas di taman bunga, bagus view nya kan bund?”
Tanggapan Bunda: “Bagus sih bagus, tapi nggak acilah niru-niru film India, shootingnya di taman-taman bunga, bedanya kaloq filam India adegan kejar-kejarannya berlari, kaloq Fadli, kejar-kejarannya pake kereta…. (hahahaha)”

Rael Dahlan, versi:”Pake Kacamata”
Komentar Rael: “Ini bunda, foto rael yang ter-anyar, di hotel berbintang lima bunda, tengok bund, pake jas, pas perpisahan SMA bund….handsome kan bund?”
Tanggapan Bunda: “Handsome sih handsome, tapi dasinya koq mereng ya?Lain kali minta tolong-lah sama omak make-kannya….”

THE END

Dian Yang Tak Kunjung Padam: Surat Balasan dari PRPM/PRNA Harjosari, Cab.Teladan Satu Medan (Part1)




Setelah melihat foto-foto yang rada-rada lucu dan zaman tempo doeloe pada entry PRPM/PRNA Harjosari dalam Sketsa yang lalu, maka timbul beberapa komentar, biasa, protes.... untuk itu disini penulis (bunda) akan menampilkan foto-foto keren mereka sekaligus menanggapi komentar-komentar mereka (ecek-eceknya lah...) Jangan diambil ati, jangan ada yang tersinggung...siapkan mental (Ya, bun?).Namun kali ini, foto yang ditampilkan tidak berdasarkan posisi di organisasi, melainkan berdasarkan top picture. Dari PRPM top picturenya jatuh pada Muhammad Fauzan Ritonga dengan versi "Ozan lagi meluk nangka" (Maksud hati memeluk gunung, apa daya gunungnya kegede-an). Dari PRNA top picture nya jatuh kepada Dilla, dengan versi "Dilla main cilub baa" ( Sengaja bun, biar orang tambah penasaran....)


Komentar Ozan: "Bunda, masak foto fauzan yang dipajang yang lagi meluk nangka, kan ozan malu bun ama cewek-cewek..., ini bun, foto Ozan yang keren...."
Tanggapan Bunda: " Itu ozan kenapa ya?, kerennya dimana zan?"
Komentar Dilla: "Itu bun foto dilla emang dibuat cilub baa, biar lain dari yang lain aja....(caile...)". Ini bun foto keren dilla, tengok bun..."
Tanggapan Bunda:"Itu Dilla kenapa bengong? kayak lagu "Termenung daku sendiri berteman sepi....caila..."
Komentar Habibi: "Bun, koq ditarok foto habibi yang lagi tidur, kan masih banyak foto-foto bibi yang lain".
Tanggapan Bunda: "Itu foto yang terbaik bibi, diantara foto2 anak PM yang lagi tidur pas MIP, ada yang mulutnya terbuka, ada yang ences, foto habibi kan nggak kek gitu....tapi foto bibi yang ini kenapa ditutupi tas ya...?"
Komentar Ridha Aini Koto: "Bunda Dian, itu foto zamana baholak, aduhhhhhh kenapa ditempel di blog bunda...tengok nih bun foto aini yang terbaru, keren kan bun?
Tanggapan Bunda:"keren lah, wong sama omak....."
Komentar Aldina: "Bunda ini, koq foto yang itu yang bunda pilih, waduh...mau ditarok dimana muka aldina ini bun...gitu banyaknya foto aldina yang manis-manis..(caila...)
Tanggapan Bunda: "Iya, sampe kalah manisan jengkol, (hahahaha...)"
Komentar Suci Ramadhani (versi meluk boneka) :" Bun, liat ini bun foto uci yang update....kayak CiBi kan bun?
Tanggapan Bunda:"CiBi udah kebanya-an anggotanya ci, jadi uci  nggak diterima lagi ndaftar? so, daripada frustasi bentuk CiBi barulah disekolah....(hahahaha) saingan dong ama yang asli..."
Komentar Oval: "Ya Allah bun, bunda ini ada-ada aja, masak foto yang culun kek gitu yang bunda pampangkan, aduh bun...mudah2an teman2 sekolah oval nggak ada yang liat ya Allah...Amiin
Tanggapan Bunda: "Val, kaloq foto keren itu sendiri, nggak pake dikawani..."
Komentar Vicky: "Bun, Vicky nggak suka pedekate sama cewek-cewek cantik ya bun....kenapa foto bertopi 'mbah surip' yang bunda pajang...adohhhh"
Tanggapan Bunda:" Itu topi koq nggak mau lepas ya ?"
 to be continue...part 2